Dunia di sekitar kita penuh dengan benda-benda yang memiliki sifat dan fungsi yang beragam. Memahami benda-benda ini, bagaimana mereka berubah, dan bagaimana kita memanfaatkannya adalah kunci untuk membuka jendela pengetahuan yang lebih luas. Di kelas 5, siswa diajak untuk menyelami lebih dalam tentang dunia benda-benda melalui Tema 7 yang berfokus pada "Benda-Benda di Sekitar Kita." Tema ini dibagi menjadi tiga subtema menarik yang akan kita bedah melalui kumpulan soal yang mendalam, dari subtema 1 hingga subtema 3.
Artikel ini akan menyajikan rangkaian soal yang dirancang untuk menguji pemahaman siswa kelas 5 terhadap materi yang diajarkan pada Tema 7, Subtema 1: Benda Tunggal dan Campuran, Subtema 2: Perubahan Wujud Benda, dan Subtema 3: Perubahan Wujud Benda dan Pemuaian. Dengan membahas berbagai jenis soal, mulai dari pilihan ganda, isian singkat, hingga uraian, kita akan bersama-sama menjelajahi konsep-konsep penting dan mengasah kemampuan analisis serta pemecahan masalah siswa.
Subtema 1: Benda Tunggal dan Campuran
Subtema pertama ini memperkenalkan konsep dasar tentang klasifikasi benda berdasarkan komposisinya. Siswa akan belajar membedakan antara benda tunggal yang hanya terdiri dari satu jenis zat dan campuran yang merupakan gabungan dari dua atau lebih zat. Pemahaman ini menjadi fondasi penting untuk memahami fenomena fisika dan kimia di sekitarnya.
Konsep Kunci:
- Benda Tunggal: Merupakan zat murni yang memiliki sifat dan komposisi yang sama di seluruh bagiannya. Contohnya adalah air murni, garam murni, gula murni, besi murni.
- Campuran: Merupakan gabungan dari dua atau lebih zat yang masih memiliki sifat zat asalnya. Campuran dibagi menjadi dua jenis:
- Campuran Homogen: Campuran yang semua bagiannya memiliki sifat yang sama dan tidak dapat dibedakan zat penyusunnya secara kasat mata. Contohnya adalah air garam, air gula, udara.
- Campuran Heterogen: Campuran yang zat penyusunnya masih dapat dibedakan secara kasat mata atau memiliki bagian-bagian yang berbeda sifatnya. Contohnya adalah air dan pasir, air dan minyak, sayur sop.
Rangkaian Soal Subtema 1:
-
Pilihan Ganda:
-
Manakah dari benda berikut yang termasuk dalam kategori benda tunggal?
a. Air laut
b. Udara
c. Gula murni
d. Air sungai
Jawaban: c. Gula murni -
Kopi yang diseduh tanpa ampas termasuk dalam jenis campuran apa?
a. Campuran heterogen
b. Benda tunggal
c. Campuran homogen
d. Larutan
Jawaban: c. Campuran homogen -
Perhatikan daftar benda berikut: (1) Besi, (2) Air garam, (3) Gula, (4) Pasir dicampur air.
Yang termasuk campuran heterogen ditunjukkan oleh nomor…
a. (1) dan (2)
b. (2) dan (3)
c. (3) dan (4)
d. (2) dan (4)
Jawaban: d. (2) dan (4)
-
-
Isian Singkat:
-
Air dan minyak yang dicampurkan akan membentuk lapisan yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa campuran air dan minyak adalah contoh dari campuran __________.
Jawaban: Heterogen -
Udara yang kita hirup sehari-hari terdiri dari berbagai gas seperti nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida. Udara merupakan contoh dari campuran __________.
Jawaban: Homogen -
Satu sendok teh garam yang dilarutkan dalam segelas air akan membentuk larutan garam. Larutan garam termasuk dalam jenis campuran __________.
Jawaban: Homogen
-
-
Uraian:
-
Jelaskan perbedaan mendasar antara benda tunggal dan campuran! Berikan masing-masing dua contohnya!
Jawaban: Benda tunggal adalah zat murni yang hanya terdiri dari satu jenis zat, sedangkan campuran adalah gabungan dari dua atau lebih zat yang masih memiliki sifat zat asalnya. Contoh benda tunggal: air murni, besi murni. Contoh campuran: air laut (air dan garam), udara (nitrogen, oksigen, dll.). -
Mengapa campuran homogen disebut juga sebagai larutan? Berikan contoh campuran homogen selain yang sudah disebutkan!
Jawaban: Campuran homogen disebut larutan karena zat-zat penyusunnya tercampur sempurna sehingga tidak dapat dibedakan lagi secara kasat mata, seperti halnya larutan. Contoh lain: teh manis tanpa ampas, cuka. -
Bagaimana cara memisahkan campuran heterogen antara pasir dan air? Jelaskan langkah-langkahnya!
Jawaban: Campuran heterogen antara pasir dan air dapat dipisahkan dengan metode penyaringan (filtrasi). Langkah-langkahnya adalah: menuangkan campuran pasir dan air melalui kertas saring atau kain yang berpori. Air akan melewati pori-pori dan tertampung di wadah lain, sementara pasir akan tertahan di kertas saring.
-
Subtema 2: Perubahan Wujud Benda
Setelah memahami komposisi benda, subtema kedua mengajak siswa untuk mengamati bagaimana benda-benda di sekitar kita dapat mengalami perubahan wujud. Perubahan wujud ini merupakan fenomena alam yang sangat umum terjadi dan dipengaruhi oleh perubahan suhu.
Konsep Kunci:
- Perubahan Wujud Benda: Perubahan wujud terjadi ketika benda berubah dari satu wujud ke wujud lain (padat, cair, gas) akibat perubahan suhu atau tekanan.
- Perubahan Wujud yang Melibatkan Pemanasan:
- Mencair (Melebur): Perubahan wujud dari padat menjadi cair. Contoh: es batu mencair menjadi air.
- Menguap: Perubahan wujud dari cair menjadi gas. Contoh: air mendidih menjadi uap.
- Menyublim: Perubahan wujud dari padat langsung menjadi gas. Contoh: kapur barus yang lama-lama menghilang.
- Perubahan Wujud yang Melibatkan Pendinginan:
- Membeku: Perubahan wujud dari cair menjadi padat. Contoh: air menjadi es batu.
- Mengembun: Perubahan wujud dari gas menjadi cair. Contoh: uap air di pagi hari membentuk embun di daun.
- Mengkristal (Deposisi): Perubahan wujud dari gas menjadi padat. Contoh: pembentukan salju.
Rangkaian Soal Subtema 2:
-
Pilihan Ganda:
-
Ketika kita merebus air hingga mendidih, air berubah wujud dari cair menjadi gas. Perubahan wujud ini disebut…
a. Membeku
b. Menguap
c. Mencair
d. Mengembun
Jawaban: b. Menguap -
Embun yang terbentuk di pagi hari di permukaan daun merupakan contoh perubahan wujud benda dari…
a. Gas menjadi padat
b. Cair menjadi gas
c. Gas menjadi cair
d. Padat menjadi cair
Jawaban: c. Gas menjadi cair -
Kapur barus yang disimpan dalam lemari lama-kelamaan akan habis tanpa meninggalkan sisa cair. Perubahan wujud ini disebut…
a. Menguap
b. Mencair
c. Menyublim
d. Membeku
Jawaban: c. Menyublim
-
-
Isian Singkat:
-
Es krim yang diletakkan di suhu ruang akan menjadi cair. Perubahan wujud ini disebut __________.
Jawaban: Mencair -
Air yang dimasukkan ke dalam freezer akan berubah menjadi es batu. Perubahan wujud ini disebut __________.
Jawaban: Membeku -
Uap air yang menempel pada permukaan gelas dingin akan membentuk titik-titik air. Perubahan wujud ini disebut __________.
Jawaban: Mengembun
-
-
Uraian:
-
Jelaskan perbedaan antara proses menguap dan mendidih! Apakah keduanya sama?
Jawaban: Menguap adalah proses perubahan wujud cair menjadi gas yang terjadi di permukaan zat cair, bisa terjadi pada suhu berapa saja. Mendidih adalah proses perubahan wujud cair menjadi gas yang terjadi di seluruh bagian zat cair (permukaan dan di dalamnya) pada suhu tertentu (titik didih). Jadi, mendidih adalah salah satu bentuk penguapan yang lebih intensif. -
Berikan tiga contoh perubahan wujud benda yang melibatkan pendinginan! Jelaskan proses perubahan wujudnya!
Jawaban: 1. Membeku: air cair menjadi es batu padat di dalam freezer. 2. Mengembun: uap air di udara berubah menjadi titik-titik air di permukaan kaca yang dingin. 3. Mengkristal: uap air di udara dingin membeku langsung menjadi kristal es (salju). -
Bagaimana proses menyublim terjadi? Berikan contoh benda lain yang dapat menyublim selain kapur barus!
Jawaban: Menyublim adalah perubahan wujud dari padat langsung menjadi gas tanpa melalui wujud cair. Proses ini terjadi karena energi panas yang cukup untuk membuat partikel padat langsung terlepas menjadi gas. Contoh benda lain yang dapat menyublim adalah iodin padat.
-
Subtema 3: Perubahan Wujud Benda dan Pemuaian
Subtema ketiga ini melanjutkan pembahasan tentang perubahan wujud benda dan memperkenalkan konsep baru yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pemuaian. Siswa akan diajak untuk melihat bagaimana benda dapat memuai ketika dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan.
Konsep Kunci:
- Pemuaian: Perubahan ukuran suatu benda (panjang, luas, atau volume) akibat perubahan suhu. Umumnya, benda akan memuai ketika dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan.
- Pemuaian pada Zat Padat: Terjadi pada panjang, luas, atau volume. Contoh: rel kereta api diberi celah, kabel listrik yang kendur di siang hari.
- Pemuaian pada Zat Cair: Terjadi pada volume. Contoh: termometer.
- Pemuaian pada Zat Gas: Terjadi pada volume. Contoh: balon yang dipanaskan akan mengembang.
- Penyusutan: Kebalikan dari pemuaian, yaitu berkurangnya ukuran benda akibat penurunan suhu.
Rangkaian Soal Subtema 3:
-
Pilihan Ganda:
-
Mengapa rel kereta api dibuat dengan celah di antara sambungannya?
a. Agar kereta api dapat melaju lebih cepat
b. Untuk mencegah rel bengkok akibat pemuaian pada siang hari
c. Agar mudah dilewati oleh hewan
d. Untuk mengurangi biaya pembangunan
Jawaban: b. Untuk mencegah rel bengkok akibat pemuaian pada siang hari -
Ketika dipanaskan, zat gas cenderung mengalami pemuaian yang paling besar dibandingkan zat padat dan cair. Hal ini karena…
a. Partikel zat gas lebih rapat
b. Partikel zat gas berjauhan dan bergerak bebas
c. Zat gas tidak dapat berubah bentuk
d. Zat gas memiliki massa yang besar
Jawaban: b. Partikel zat gas berjauhan dan bergerak bebas -
Termometer bekerja berdasarkan prinsip…
a. Penyusutan zat padat
b. Pemuaian zat cair
c. Penguapan zat cair
d. Pembekuan zat cair
Jawaban: b. Pemuaian zat cair
-
-
Isian Singkat:
-
Kabel listrik yang terlihat kendur di siang hari akan terlihat lebih kencang di malam hari. Ini disebabkan oleh __________ kabel pada malam hari dan __________ kabel pada siang hari.
Jawaban: Pemuaian, penyusutan -
Pemasangan kaca jendela pada bingkai biasanya diberi sedikit ruang kosong. Hal ini bertujuan untuk memberi ruang bagi kaca agar tidak pecah akibat __________ saat terkena panas matahari.
Jawaban: Pemuaian -
Balon udara dapat terbang karena udara di dalamnya dipanaskan, sehingga mengalami __________ dan menjadi lebih ringan dari udara di sekitarnya.
Jawaban: Pemuaian
-
-
Uraian:
-
Jelaskan fenomena penyusutan pada benda! Berikan dua contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari!
Jawaban: Penyusutan adalah berkurangnya ukuran suatu benda ketika suhunya turun. Contohnya: 1. Jembatan yang terbuat dari logam akan sedikit memendek di malam hari dibandingkan siang hari. 2. Adonan kue yang dingin akan sedikit mengempis dibandingkan saat masih hangat. -
Mengapa pemuaian pada zat gas lebih signifikan dibandingkan dengan zat cair dan padat? Jelaskan alasannya berdasarkan susunan partikelnya!
Jawaban: Pemuaian pada zat gas lebih signifikan karena jarak antarpartikel gas sangat berjauhan dan bergerak sangat bebas. Ketika dipanaskan, energi kinetik partikel meningkat drastis, menyebabkan mereka bergerak lebih cepat dan saling menjauh, sehingga volume gas bertambah besar. Pada zat cair dan padat, jarak antarpartikel lebih rapat dan gerakannya lebih terbatas, sehingga penambahan energi panas tidak menyebabkan peningkatan volume yang sebesar pada gas. -
Sebutkan tiga manfaat pemuaian dalam kehidupan sehari-hari!
Jawaban: 1. Termometer: Mengukur suhu berdasarkan pemuaian zat cair di dalamnya. 2. Sambungan pada rel kereta api dan jembatan: Mencegah kerusakan akibat pemuaian dan penyusutan. 3. Kembang api dan balon udara: Memanfaatkan pemuaian gas untuk menghasilkan efek atau daya angkat.
-
Penutup
Mempelajari Tema 7, khususnya ketiga subtema yang telah kita bahas, membuka wawasan siswa tentang benda-benda di sekitar mereka. Mulai dari mengenali komposisi benda, memahami perubahan wujud yang ajaib, hingga merasakan efek pemuaian yang nyata, semua ini membentuk pemahaman yang lebih komprehensif tentang dunia fisik.
Kumpulan soal yang disajikan di atas hanyalah sebagian kecil dari berbagai kemungkinan pertanyaan yang dapat diajukan. Tujuannya adalah untuk memicu rasa ingin tahu siswa, mendorong mereka untuk berpikir kritis, dan mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam berbagai konteks. Dengan terus berlatih dan bereksplorasi, siswa kelas 5 akan semakin mahir dalam memahami keajaiban benda-benda di sekitar kita.
Semoga artikel ini bermanfaat sebagai referensi belajar bagi para siswa, guru, dan orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran di kelas 5. Teruslah belajar dan jangan pernah berhenti bertanya!




